<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"><channel>
<title>Review Musik</title>
<link>http://reviewmusik.com</link>
<description>Komunitas Kolumnis Musik</description><language>es-MX</language>
<lastBuildDate>01 January 1970</lastBuildDate>
<generator>RSS 2.0</generator>
	<item>
		<title> article: - Sandi Band  </title>
		<link>http://reviewmusik.com/artikel_detail.php?id=18</link>
		<author>Imam Wahyudi</author>
		<pubDate>13 July 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sandi Band&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Upaya 4 anak muda Leuwiliang untuk memberikan kontribusi melalui jalur musik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 5px;&quot; src=&quot;http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-sjc1/hs416.snc3/25084_10150093015575599_491646900598_11423549_1110954_n.jpg&quot; alt=&quot;Sandi Band&quot; width=&quot;300&quot; /&gt; Mayoritas penduduk Leuwiliang tidak asing   lagi mendengar lagu-lagu dari Aladdin Band, bahkan banyak anak-anak  muda Leuwiliang yang menjadikan lagu-lagu Aladdin Band sebagai ringtone  pada telpon genggam mereka, dan stasiun-stasiun radio di daerah Bogor  kerap kali memutar lagu-lagu mereka.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Tapi nama Aladdin Band kini sudah tidak  ada lagi. bukan karena band ini bubar, namun karena mereka kini telah  berganti nama menjadi SANDI BAND. &lt;em&gt;&quot;Tidak ada pergantian personil,  personil Sandi Band masih sama seperti Aladdin&quot; &lt;/em&gt;ujar Shimon yang  merupakan vokalis dan pentolan di Sandi Band. Nama SANDI BAND tercetus bukannya  tanpa makna, SANDI merupakan bahasa lain dari kode, dan kode merupakan  sebuah teka teki yang penuh dengan misteri. Sama seperti kehidupan ini,  kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi pada hari esok.  Apakah  di hari esok jiwa dan raga kita masih menyatu, dan apakah di hari esok  kita masih sanggup untuk bernafas. Tapi apapun yang terjadi di hari  esok, yang penting di hari ini kita masih bisa berkarya dan bermanfaat  bagi orang lain, jawab Shimon ketika ditanyai mengenai arti dibalik  nama band nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cikal bakal SANDI BAND (Aladdin) berdiri  pada tahun 2004 dengan personil Shimon, Akmal, Adit, Henda. dan SANDI  BAND resmi berdiri pada tahun 2009. berbekal semangat yang tinggi untuk  terus konsisten dan menjadikan dunia Musik sebagai jalan hidup,  berpindah  dari satu kafe ke kafe lain, dari satu festival kefestival lain telah  mereka lakoni. SANDI BAND telah banyak memenangkan berbagai macam  kejuaran  di berbagai festival musik, sehingga untuk komunitas musisi di wilayah  bogor, nama SANDI BAND pun sudah cukup dikenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kurang dari 60 lagu telah SANDI  BAND ciptakan, dan itu merupakan suatu bukti bahwa SANDI BAND mempunyai  produktifitas maupun kreatifitas yang tinggi. &quot;Leuwiliang harus  bangga memiliki Sandi Band, dengan segudang talenta dan kreatifitas  yang dimiliki oleh para personil Sandi Band, saya optimis Sandi Band  akan mampu berdiri sejajar dengan Band-band papan atas Indonesia  lainnya.  oleh karena itu kami sangat serius dalam menggarap Sandi Band&quot;  ujar AJ Nopsa yang merupakan Internal Management Sandi Band. &quot;kami  sangat membutuhkan dukungan warga Bogor khususnya Leuwiliang dalam  mensupport  kami. sekecil apapun dukungan yang kalian berikan, sangat besar artinya  bagi kami&quot; sambung pria asal Jakarta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title=&quot;SANDI BAND&quot; href=&quot;http://www.facebook.com/pages/SANDI-BAND/491646900598&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Facebook SANDI BAND&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> song:Iron Maiden - El Dorado (2010) </title>
		<link>http://reviewmusik.com/lagu_detail.php?id=21</link>
		<author>reviewmusik</author>
		<pubDate>12 June 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;float: right; border: 0; margin: 10px;&quot; src=&quot;images/eldorado.jpg&quot; alt=&quot;El Dorado&quot; width=&quot;200&quot; height=&quot;211&quot; /&gt;Album &quot;The Final Frontier&quot; dari band legendaris Iron Maiden, merupakan salah satu album heavymetal yang ditunggu-tunggu tahun ini. Merupakan album studio ke-15 Iron Maiden yang akan dirilis 16 Agustus 2010, tetapi saat ini single pertama yang berjudul &quot;El Dorado&quot;, sudah bisa didownload gratis melalui website http://www.ironmaiden.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan gebrakan seluruh instrumen musik, kemudian memasuki intro yang menampilkan permainan hi-hat Nicko McBrain, disusul dengan gempuran khas sang maestro Steve Harris, membentuk komposisi gagah yang membuktikan bahwa Iron Maiden masih bertaring (dibuktikan juga dengan taring Eddie yang makin panjang di cover album).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun musiknya bertaring, tetapi melodi vokal lagu ini tidak terlalu menggigit, termasuk reff-nya yang tidak terlalu berkesan. Bruce Dickinson juga belum menunjukkan vokal akrobatiknya. Bagian solo gitar cukup menarik, karena membagi porsinya menjadi 3 bagian sesuai jumlah gitarisnya yang memiliki style masing-masing.&amp;nbsp; Kita lihat saja bagaimana &quot;The Final Frontier&quot; akan menggetarkan fans Iron Maiden!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Berikut daftar lagu dari &quot;The Final Frontier&quot;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Satellite 15....The Final Frontier (8:40)&lt;br /&gt;2. El Dorado&amp;nbsp;(6:49)&lt;br /&gt;3.  Mother Of Mercy (5:20)&lt;br /&gt;4. Coming Home (5:52)&lt;br /&gt;5. The  Alchemist&amp;nbsp;(4:29)&lt;br /&gt;6. Isle Of Avalon (9:06)&lt;br /&gt;7. Starblind (7:48)&lt;br /&gt;8.  The Talisman (9:03)&lt;br /&gt;9. The Man Who Would Be King (8:28)&lt;br /&gt;10. When  The Wild Wind Blows (10:59)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 10px;&quot; src=&quot;images/the_final_frontier.jpg&quot; alt=&quot;The Final Frontier&quot; width=&quot;200&quot; height=&quot;201&quot; /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> article: - Piece of Mind (Iron Maiden) vs The Warning (Queensryche)  </title>
		<link>http://reviewmusik.com/artikel_detail.php?id=17</link>
		<author>Joko Nurjadi</author>
		<pubDate>30 May 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;&lt;img style=&quot;float: left; margin: 5px;&quot; src=&quot;images/iron.maiden-piece.of.mind.png&quot; alt=&quot;Piece of Mind&quot; width=&quot;200&quot; height=&quot;198&quot; /&gt;Saat &lt;strong&gt;Iron Maiden&lt;/strong&gt; merilis &lt;strong&gt;Piece of Mind (1983)&lt;/strong&gt;, belum banyak yang memainkan heavymetal dengan kualitas yang setara. Terlebih karena mulai album ini, &lt;strong&gt;Nicko McBrain&lt;/strong&gt; masuk menjadi penggebuk drum yang kesaktiannya langsung dipamerkan sejak detik pertama track pembuka &quot;&lt;em&gt;Where Eagles Dare&lt;/em&gt;&quot;.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Iron Maiden merupakan band yang bertabur bintang. Musik mereka banyak mengilhami band heavymetal penerusnya, walaupun saya agak heran, kenapa gaya rambut lurus &lt;strong&gt;Bruce Dickinson&lt;/strong&gt; jarang diikuti anak muda masa itu, justru baru heboh trend bonding setelah nongol kelompok F4 dengan sinetron Meteor Garden :|&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style=&quot;float: right; margin: 5px;&quot; src=&quot;images/queensryche-the.warning.png&quot; alt=&quot;The Warning&quot; width=&quot;200&quot; height=&quot;211&quot; /&gt;Pada tahun yang sama, sebuah band asal Seattle yang menyebut diri mereka &lt;strong&gt;Queensr&amp;yuml;che&lt;/strong&gt;, merilis EP pertama berjudul &quot;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt;&quot;. Tidak banyak yang mengenal Queensr&amp;yuml;che saat itu, tetapi ternyata band baru ini sangat berbakat. Sang vokalis &lt;strong&gt;Geoff Tate&lt;/strong&gt;, mengaku terpengaruh oleh Bruce Dickinson (dan Rob Halford). Tapi yang jelas Geoff Tate tidak terpengaruh dengan gaya rambut bonding, dan memilih gaya rambut sendiri dengan jambulnya yang khas (yang juga tidak ada yang berminat meniru).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya (1984), Queensr&amp;yuml;che meluncurkan album &quot;&lt;strong&gt;The Warning&lt;/strong&gt;&quot;, album ini sempat mendaki peringkat 100 UK Album Chart, lumayan, walaupun belum apa-apa dibandingkan &quot;&lt;em&gt;Piece of Mind&lt;/em&gt;&quot; yang mampu naik sampai posisi 3, atau &quot;&lt;em&gt;Powerslave&lt;/em&gt;&quot; (1984) yang pernah merasakan posisi 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara penjualan, peringkat, ataupun penghargaan yang diterima, &quot;&lt;em&gt;Piece of Mind&lt;/em&gt;&quot; jelas lebih unggul dibanding &quot;&lt;em&gt;The Warning&lt;/em&gt;&quot;. Tetapi karena kebetulan sama-sama berisi 9 track, bagaimana kalau masing-masing track dibandingkan dan dirasakan, mana yang lebih baik? Lain telinga bisa jadi lain pendapat, tetapi setidaknya, inilah apa kata telinga saya :)&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Track 1&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - Where Eagles Dare&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak mengerti drums sekalipun, saat mendengarkan &quot;&lt;em&gt;Where Eagles Dare&lt;/em&gt;&quot; pertama kali, akan mengakui permainan drum Nicko McBrain sangat unik dan nikmat didengar, memiliki kelas berbeda dengan drummer kebanyakan. Ini salah satu highlight pada karya Iron Maiden: permainan seluruh instrumen yang sangat harmonis, intro gebukan drums yang legendaris, dan vokal Bruce Dickinson dengan style metal-operanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - Warning&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Vokal Geoff Tate yang lantang dan sangat berpower langsung terasa pada track pembuka ini, seksi ritem (drums dan bass) juga terdengar cukup rumit (dan kreatif) padahal struktur lagunya termasuk sederhana (mungkin karena itu musik Queensryche sering disebut progressive?). Tetapi melodi lagu ini biasa saja, bagus tapi tidak terlalu nyantol, apalagi untuk track pertama dimana pendengar biasanya memiliki ekspektasi tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: Up the Irons! 1-0.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Track 2&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - Revelations&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Saya sedikit surprise, saat mengetahui lagu ini diciptakan oleh Bruce Dickinson, karena pemilihan nada yang indah sekaligus rumit, biasanya diciptakan oleh Steve Harris. &quot;&lt;em&gt;Revelations&lt;/em&gt;&quot; bermain pada tempo yang berubah-ubah dan struktur lagu yang tidak biasa. Memperdengarkan sisi lain Iron Maiden, bahwa para &quot;gadis besi&quot; tidak selalu bermain dengan tempo cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - En Force&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bertempo lebih cepat dan lebih keras dibandingkan track pertama, upbeat pada ritem dan vokal Geoff Tate sudah nikmat, very old school heavymetal! Sayang reff-nya kurang berkesan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: Up the Irons! 2-0.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Track 3&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - Flight of Icarus&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Nada lagu ini sederhana dan mudah dinyanyikan (tidak membuat lidah terpeleset seperti beberapa lagu Iron Maiden), tapi seperti juga &lt;strong&gt;Ronnie James Dio&lt;/strong&gt;, kharisma dan power Bruce Dickinson susah ditiru vokalis lain. Lengkingannya di akhir lagu benar-benar menggambarkan lirik &quot;&lt;em&gt;fly, touch the sun!&lt;/em&gt;&quot;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - Deliverance&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kembali sebuah track dengan pola yang sama: vokal mantap, struktur lagu sederhana tetapi dibawakan dengan cukup berkualitas, sayangnya, kurang greget pada harmoni dan melodi yang diciptakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: Up the Irons! 3-0. (saya mulai mikir, kapan giliran Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt;&lt;em&gt;?)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Track 4&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - Die With Your Boots On&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, track ini bukan track yang terlalu merangsang adrenalin, mungkin karena saya lebih menyukai saat Iron Maiden membawakan melodi yang rumit dan panjang, atau bertempo cepat (atau ballad sekalian). Walaupun tidak berarti track ini jelek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - No Sanctuary&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kalau Iron Maiden punya lagu &quot;&lt;em&gt;Sanctuary&lt;/em&gt;&quot; (album &quot;&lt;em&gt;Iron Maiden&lt;/em&gt;&quot; tahun 1980), maka &lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt; punya &quot;&lt;em&gt;No Sanctuary&lt;/em&gt;&quot;. Track ini memperdengarkan sisi ballad &lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt;, dan mulai terdengar ternyata Geoff Tate pun piawai mengontrol vokal dengan nada yang lebih rendah, bahkan siulannya di tengah lagu terdengar keren. Lagu ini memiliki melodi yang dalam dan menghanyutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: 3-1. Untuk pertama kali, saya lebih memilih Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt;&lt;em&gt; pada track ke-4 ini. Walaupun sebenarnya beda tipis saja. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Track 5&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - The Trooper&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lagu kebangsaan Iron Maiden yang membuat para metallers bersukacita, entah bagaimana rasanya mendengarkan lagu ini saat dibawakan live, orang paling cool sedunia mungkin juga akan histeris :D Melodi gitar yang sangat membuat horny diiringi gempuran ritem, berhenti saat Bruce Dickinson mengawali dengan &quot;&lt;em&gt;you`ll take my life but I`ll take yours too&lt;/em&gt;&quot;, kemudian kembali menghentak dengan full power. Sebuah masterpiece dalam dunia permetalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - NM 156&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lagu yang unik dengan bunyi-bunyian yang sedikit techno dengan tempo yang cepat. Bahkan solo gitar pada lagu inipun unik, dan jarang terjadi, saat hal yang paling menarik pada lagu &lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt; adalah pada solo gitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: Up the Irons! 4-1.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Track 6&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - Still Life&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, inilah lagu Iron Maiden dengan lirik yang paling horor, dan mood yang dibawa lagu ini pun horor, ditambah lagi dengan intro suara Nicko McBrain yang direkam secara reverse. &quot;&lt;em&gt;Still Life&lt;/em&gt;&quot; juga merupakan salah satu lagu yang perlu di-highlight pada album ini, selain semua instrumen kembali dimainkan all-out, inilah satu-satunya lagu yang menyebut kata &quot;&lt;em&gt;Peace of Mind&lt;/em&gt;&quot;. Setidaknya sedikit mirip dengan judul album: &quot;&lt;em&gt;Piece of Mind&lt;/em&gt;&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - Take Hold of the Flame&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Masterpiece Queensr&amp;yuml;che pada album ini. Tarikan Geoff Tate dari nada rendah ke tinggi, menuju lengkingannya yang paling terkenal, ada di lagu ini. Lirik lagu ini sangat menggugah semangat. Bagi yang perlu motivasi sebenarnya tidak perlu jauh-jauh mencari Mario Teguh, cukup dengarkan &lt;em&gt;Take Hold of the fuckin` Flame!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt;&lt;em&gt;! 4-2.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Track 7&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - Quest for Fire&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak terlalu ngetop, lagu ini tidak jelek. Alasan yang lebih tepat adalah karena terlalu banyak lagu yang bagus di album ini. &quot;&lt;em&gt;Quest for Fire&lt;/em&gt;&quot; tetap memiliki signature khas Maiden, yaitu dominasi bassline Steve Harris yang mampu diimbangi Nicko dengan baik. Permainan solid mereka bahkan menutupi bagian reff yang agak lemah. Saya juga menyukai tarikan falsetto Bruce Dickinson pada lagu ini. Vokalis satu ini memang punya banyak teknik untuk mencapai nada tinggi! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - Before The Storm&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Heavymetal standar &lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt;, mengekspresikan gebukan Scott Rockenfield yang unik, dengarkan gempuran drumsnya di bagian akhir yang benar-benar mirip badai (&lt;em&gt;storm&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: Up the Irons! 5-2.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Track 8&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - Sun and Steel&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Buat saya, ini track paling lemah dari album &quot;&lt;em&gt;Piece of Mind&lt;/em&gt;&quot;, walaupun sekali lagi, kualitas permainannya masih top, terutama bassline Steve Harris yang selalu menemukan ruang untuk improvisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - Child of Fire&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi masterpiece dari album &quot;&lt;em&gt;The Warning&lt;/em&gt;&quot;, terutama pada bagian tengah lagu dimana Geoff Tate mengomel:&amp;nbsp; &quot;&lt;em&gt;aahhhh damn you, for the pain that they must feel&lt;/em&gt;&quot;, asli keren, setiap hentakan nada di lagu ini sangat kuat feelnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt;&lt;em&gt;! 5-3.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Track 9&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Iron Maiden - To Tame a Land&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bernuansa musik padang pasir, memamerkan vokal twisted tongue dengan style operatic Dickinson yang rumit. Instrumen lainnya kompak membentuk harmoni, terutama pada bagian solo, satu lagi track kelas berat dari Iron Maiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che - Road to Madness&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;em&gt;Road to Madness&lt;/em&gt;&quot; merupakan salah satu nomor epic &lt;em&gt;Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt; yang sangat emosional, instrumen lain tidak terlalu menonjol, hanya mengiringi vokal Geoff Tate yang berada pada puncaknya, tidak hanya dalam masalah jerit-jerit, tetapi juga soulnya dalam membawakan lagu ini yang dapat membuat merinding, &lt;em&gt;unbelievable!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Result: kedua lagu ini sama-sama merupakan lagu penutup, dan lagu dengan durasi terpanjang pada masing-masing album. Secara musikalitas, &quot;To Tame a Land&quot; lebih baik, tetapi secara keseluruhan, &quot;Road to Madness&quot; lebih menghanyutkan! So... winner for 9th track goes to Queensr&amp;yuml;che&lt;/em&gt;&lt;em&gt;. 5-4.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Conclusion&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya, &quot;&lt;em&gt;Piece of Mind&lt;/em&gt;&quot; buat kuping saya memang lebih baik. Walaupun tidak terlalu jauh bedanya. Keduanya tetap merupakan album pusaka yang susah dicari tandingannya dalam dunia permetalan. \m/&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> article: - Cover Version Terheboh  </title>
		<link>http://reviewmusik.com/artikel_detail.php?id=16</link>
		<author>reviewmusik</author>
		<pubDate>23 May 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;Jangan kuatir kalau suatu saat semua kombinasi not musik sudah terpakai seluruhnya dan membuat setiap lagu baru yang diciptakan dituduh plagiat. Karena selalu masih ada kesempatan untuk membuat cover version, kalau perlu membuat cover version of cover version. Cover version sendiri merupakan istilah yang digunakan saat sebuah lagu (yang biasanya ngetop) dinyanyikan ulang oleh penyanyi/artis lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cover version yang dinyanyikan dengan baik, tetapi kalau mirip-mirip saja dengan versi originalnya, kok rasanya kurang segar. Jadi, berikut daftar 10 lagu cover version terheboh yang menimbulkan nuansa baru, menurut versi saya. Kalau ada pendapat lain, silakan ditambahkan di comment :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Nighwish - Over the Hills and Far Away (Gary Moore)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari EP Nightwish - Over the Hills and Far Away (2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun aslinya dinyanyikan oleh Gary Moore, Nightwish dengan vokalis cewek (saat itu Tarja Turunen) membawakan lagu ini dengan tidak kalah garang. Memang tidak terlalu berubah dari sisi aransemen dan tempo, tetapi perbedaan mencolok dari sisi vokal dan sound khas Nightwish sudah berhasil membawa versi ini ke alam symphonic metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Sebastian Bach - Children of the Damned (Iron Maiden)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari album Slave to the Power: The Iron Maiden Tribute (2000)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak banyak vokalis yang berani &quot;menantang&quot; vokal Bruce Dickinson, apalagi dari genre hard rock 80-an, Sebastian Bach mungkin satu-satunya dari genre tersebut yang berani membawakan &quot;Children of the Damned&quot;. Vokalis yang satu ini memang punya kualitas vokal diatas rata-rata vokalis band sealiran Skid Row. Hasilnya memang tidak kalah dibanding versi asli, hanya masalah selera, lebih suka style Dickinson atau Bach. Sayangnya selain lagu ini, Sebastian Bach tidak pernah lagi membawakan lagu Iron Maiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Vision Divine - Take On Me (a-ha)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari album Vision Divine - Send Me An Angel (2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu ini memang pantas dijadikan versi metal, karena sudah dari sananya bertempo cepat (walaupun mungkin sekilas versi Vision Divine lebih cepat, tapi itu cuma efek samping double bass drumming), plus membutuhkan range vokal yang lebar. Bukan masalah jika yang membawakannya adalah Vision Divine dengan vokalis Fabio Lione, biarpun saya lebih suka seandainya vokalisnya adalah Michele Luppi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Angra - Wuthering Heights (Kate Bush)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dari album Angra - Angel Cry (1993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre Matos memiliki vokal yang sangat unik, lembut tapi metal. Itulah yang membuat Angra sangat pantas mengcover lagu &quot;Wuthering Heights&quot; yang dinyanyikan oleh Kate Bush. Dari awal sampai akhir merupakan pameran range vokal Matos meniti nada-nada yang sukar dinyanyikan kebanyakan penyanyi pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Helloween - Lay All Your Love On Me (ABBA)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari album Helloween - Metal Jukebox (1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helloween berhasil menyulap lagu ini menjadi sangat Helloween-ish, gabungan aransemen yang gagah dan melodik, serta vokal Andi Deris yang unik, sudah cukup mengubah lagu pop dari ABBA menjadi lagu metal yang luar biasa nikmat. Lebih baik dibandingkan versi metal lainnya yang dibawakan Avantasia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Yngwie Malmsteen - Beat It (Michael Jackson)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari album Yngwie Malmsteen - High Impact (2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yngwie membawakan lagu Deep Purple atau Jimi Hendrix memang sudah biasa. Tapi lagu Michael Jackson? Hampir tak dapat dipercaya. Tapi itulah yang terjadi. Yngwie membawakan &quot;Beat It&quot; dengan vokalis Tim &quot;Ripper&quot; Owens yang entah bahagia ataukah dengan terpaksa melakukan tugas ini (jangan-jangan Ripper Owens menyanyikan ini dengan gaya robot stress ala MJ). Sedahsyat apapun Yngwie nge-shred, tidak menghapus roh MJ sehingga membuat lagu ini terdengar sangat dipaksakan. Mengingat Yngwie pernah membuat lagu berjudul &quot;Krakatau&quot;, siapa tahu nanti Yngwie berpikir untuk mengcover &quot;Bengawan Solo&quot;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Manowar - Nessun Dorma (opera Giacomo Puccini)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari album Manowar - Warriors of the World (2002)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Band (khususnya vokalis) metal membawakan lagu opera yang sering dinyanyikan Pavarotti atau Andrea Bocelli? Mungkin cuma Eric Adams yang pernah melakukannya (Jon Bon Jovi pernah berduet dengan Pavarotti pada lagu &quot;Let It Rain&quot;, tapi Jon tidak berniat menyaingi suara tenor Pavarotti). Nessun Dorma, biasanya dinyanyikan dengan suara tenor yang kuat oleh penyanyi opera, dan Eric Adams membawakannya dengan gagah, plus lengkingan devilish di akhir lagu yang tidak akan kita dengar di pertunjukan opera manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. van Canto - Kings Of Metal (Manowar)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari album van Canto - Hero (2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;van Canto adalah band &quot;a cappella&quot; beraliran.. metal! Beberapa cover versionnya antara lain &quot;Battery&quot;, &quot;Master of Puppets&quot; (Metallica), &quot;Fear of the Dark&quot; (Iron Maiden), &quot;Wishmaster&quot; (Nightwish). Semua covernya memang unik, tapi kadang unsur metalnya terdengar kurang, karena harus diakui suara &quot;ridlilili dum dum tum tum humpimpla&quot; ala van Canto belum bisa menandingi sangarnya sound metal gitar elektrik. Tapi saat menyanyikan Kings of Metal (Manowar), warna metalnya terdengar klop dan unsur megah lagu &quot;Kings of Metal&quot; sangat mengena.&lt;br /&gt; 
&lt;object width=&quot;640&quot; height=&quot;385&quot;&gt;
&lt;param name=&quot;movie&quot; value=&quot;http://www.youtube.com/v/IiESgYr35gA&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;fs=1&amp;amp;&quot; /&gt;
&lt;param name=&quot;allowFullScreen&quot; value=&quot;true&quot; /&gt;
&lt;param name=&quot;allowscriptaccess&quot; value=&quot;always&quot; /&gt;&lt;embed type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; width=&quot;500&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://www.youtube.com/v/IiESgYr35gA&amp;amp;hl=en_GB&amp;amp;fs=1&amp;amp;&quot; allowscriptaccess=&quot;always&quot; allowfullscreen=&quot;true&quot;&gt;&lt;/embed&gt;
&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Sonata Arctica - Wind Beneath My Wings (Bette Midler)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari EP Sonata Arctica - Orientation (2001)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau versi aslinya sangat lembut (dinyanyikan oleh Bette Midler, walaupun sebenarnya Bette Midler-pun mengcover lagu ini), maka versi Sonata Arctica bernuansa hard rock, tetapi buat saya justru lebih menyentuh. Aransemen musik dirombak total, vokal Tony Kakko menyanyikannya dengan emosi sedemikian pas, permainan gitar Jani Liimatainen terdengar elegan. Buat saya inilah hasil coveran Sonata Arctica yang paling keren (Silent Jealousy juga keren, biarpun cuma intro).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Children of Bodom - Oops! I Did It Again (Britney Spears)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari album Children of Bodom - Are You Dead Yet? (2005)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, inilah cover version terheboh yang pernah saya dengar. Style death metal Children of Bodom (CoB) mungkin masih nyambung saat mengcover lagu Powerslave &amp;amp; Aces High (Iron Maiden), bahkan Talk Dirty To Me (Poison). Tapi mengcover salah satu lagu paling populer Britney Spears? Hebatnya, CoB berhasil melakukannya dengan sukses (bagi penggemar metal, tapi mungkin pelecehan bagi penggemar pop). Harus diakui CoB adalah master of cover version. Sayang, Britney Spears tidak membalasnya dengan mengcover salah satu lagu Children of Bodom.&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> album:Wuthering Heights - Salt (2010) </title>
		<link>http://reviewmusik.com/album_detail.php?id=44</link>
		<author>reviewmusik</author>
		<pubDate>25 April 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;Mendengarkan musik metal bisa berakibat baik dan buruk. Baik jika didengarkan pada saat pindah rumah (karena dapat menambah 68% energi buat ngangkat barang), dan buruk jika didengarkan di kapal laut, bukan karena tidak enak mendengarkan metal saat mabuk laut, tetapi karena beresiko dilempar ke laut oleh orang sebelah yang kebetulan bertubuh besar, penggemar &lt;a href=&quot;9-lagu-Celine-Dion---Thats-The-Way-It-Is.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Celine Dion&lt;/a&gt; pula. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jangan kuatir, karena ada album &quot;Salt&quot; dari Wuthering Heights, yang dapat membawa imajinasi ke tengah samudra tanpa perlu naik kapal, berpetualang dari daratan satu ke daratan lainnya, dengan ramuan musik unik khas Wuthering Heights: Symphonic Speed Power Folk Progressive Metal, begitu kira-kira unsur dominannya. Band lain yang dapat menandingi Wuthering Heights (dari segi kemiripan genre, kualitas, dan... banyaknya personil) adalah &lt;a href=&quot;10-lagu-Elvenking---Heaven-Is-A-Place-On-Earth.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Elvenking&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur power metal di album ini sangat kuat, tetapi tidak terjebak dengan pola standar tiga jurus: fast palm mute, blast beats, dan Kiske wannabe. Jurus-jurus Wuthering Heights jauh lebih banyak: permainan tempo yang tidak memberi kita kesempatan untuk merasa bosan, variasi melodi gitar neoclassic plus ramuan eksotik ala Marty Friedman, komposisi rumit dan aransemen yang kaya, dan beruntunglah mereka memiliki vokalis Nils Patrik Johansson, walaupun bukan tipe bening mulus tinggi (ini dalam konteks vokal, bukan yang lain), tapi vokal Nils yang agresif mampu bergerilya menampilkan berbagai emosi, singkat kata: istilah &quot;monoton&quot; tidak ada dalam kamus Wuthering Heights!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Track list album ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&quot;Away&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memulai perjalanan menikmati Salt, track pertama &quot;Away&quot; menggebrak dengan megah, walau hanya berdurasi sekitar satu setengah menit, riff dan melodinya mengingatkan dengan style Helloween era Kai Hansen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&quot;The Desperate Poet&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan track ini, serasa enggan melewatkan setiap detik nada yang keluar, begitu indahnya, dan benar-benar menggambarkan suasana... stress! (namanya juga desperate poet), setiap instrumen dimainkan dengan brilian, sungguh mengagumkan mendengarkan bagaimana Wuthering Heights memainkan setiap variasi nada dan tempo, kita tidak akan menemukan struktur lagu standar: verse - chorus - verse - chorus - solo - bridge - chorus diakhiri dengan lengkingan vokal. Kita hanya merasakan emosi lagu yang kadang berombak dan kadang tenang, tidak perduli tujuan, nikmati saja perjalanannya!&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&quot;The Mad Sailor&quot; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, akhirnya Wuthering Heights membuat sebuah lagu yang menurut saya berpotensi menjadi big hit secara komersial, atau menjadi lagu wajib di live concert. Tanpa meninggalkan kompleksitas, lagu ini pasti mampu membuat pendengarnya ber sing-along pada chorus yang super catchy:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I will dance on the gunwale, as the ship`s going down&lt;br /&gt;I will write no solemn epitaphs, for a world that`s gone insane&lt;br /&gt;When there is no tomorrow, even then will I know&lt;br /&gt;That as long as the minstrels are playing, all is not in vain&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur folk cukup kental pada lagu ini, solo gitar yang eksotik tidak kalah dengan yang biasa dimainkan Marty Friedman. Ngomong-ngomong, di sekitar akhir lagu pada bagian chorus, vokal Nils sangat mirip dengan Kai Hansen saat bernyanyi dengan nada rendah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&quot;The Last Tribe (Mother Earth)&quot; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah epic megah berdurasi nyaris 8 menit. Banyaknya kombinasi instrumen keyboard dan akustik (dan bunyi-bunyian lain) membuat aransemennya semakin kaya, walau tetap unsur power metal sangat dominan pada lagu ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&quot;Tears&quot; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, dari judulnya mungkin mengarah pada ballad, dan liriknya memang sangat sentimentil. Simak potongan lirik: &quot;tears of anger make a man of me&quot; atau &quot;tears of sorrow make a man of me&quot;. Tapi ternyata &quot;Tears&quot; bukan lagu slow mellow, walaupun pada beberapa bagian mereka menurunkan tempo, secara keseluruhan track ini tetap sebuah lagu power metal yang penuh greget.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&quot;Weather The Storm&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri Wuthering Heights adalah melodi/harmoni gitar yang kuat, tanpa terkesan mendominasi. Seperti juga lagu ini, diselipi melodi-melodi indah, yang kalau boleh dibandingkan, sama kerennya dengan style melodi gitar Jon Drenning di Crimson Glory. Kabarnya, Crimson Glory menciptakan konsep musiknya selama nyaris 4 tahun, entah berapa lama Wuthering Heights meramu konsep musiknya sampai seunik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&quot;The Field&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lengkap rasanya metal tanpa gitar solo, duel gitar pada tengah lagu &quot;The Field&quot; merupakan salah satu pertunjukan kesaktian gitaris Erik Ravn/Martin Arendal, satu hal yang berbeda dengan kebanyakan style gitaris lain saat solo gitar, Wuthering Heights sangat memperhatikan harmonisasi, setiap nada yang keluar dari petikannya tidak pernah terkesan asal ngacir untuk sekedar memamerkan speed/teknik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&quot;Water of Life&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya lagu yang &quot;ringan&quot;, folk/country dengan sentuhan akustik dan alat musik tiup (flute?), dan vokal santai Nils. Track ini terkesan hanya intermezzo dua menit sebelum masuk ke track terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&quot;Lost at Sea&quot;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu terpanjang yang pernah dibuat oleh Wuthering Heights, dengan durasi sekitar 16:30 menit. Riff yang kompleks (tetapi tetap asyik) kembali terdengar, sebuah epic dengan komposisi musik yang bergerak dinamis ala progressive metal. Walaupun menurut saya bukan lagu terbaik dari album ini, tetapi tidak mengecewakan sebagai track penutup. Range vokal Nils yang luas dan kemampuannya bereksplorasi mengingatkan saya pada Bruce Dickinson. Dengar saja vokal operaticnya pada ending lagu: &quot;all is now dark... I am Lost at Seaaaaaaa&quot;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;For my taste, this is one of best metal albums in 2010!&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Line up:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erik Ravn : guitars, keyboards, bass, mandolin, percussion, backing vocals, narration&lt;br /&gt;Nils Patrik Johansson : all lead vocals, backing vocals&lt;br /&gt;Morten Gade S&amp;oslash;rensen : drums, percussion&lt;br /&gt;Andreas Lindahl : keyboards&lt;br /&gt;Martin Arendal : guitars&lt;br /&gt;Teddy &quot;Dr.M&amp;uuml;ller&quot; M&amp;ouml;ller : bass, guitars, backing vocals&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guest musicians:&lt;br /&gt;Tommy Hansen - hammond organ, accordion&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> album:Savatage - Dead Winter Dead (1995) </title>
		<link>http://reviewmusik.com/album_detail.php?id=43</link>
		<author>reviewmusik</author>
		<pubDate>18 April 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;Menurut sejarah permetalan dunia, ada beberapa band metal yang cukup produktif membuat concept album (album yang seluruh lagunya memiliki satu tema/cerita), seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Dream Theater&lt;/strong&gt;, dengan Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory, dan Octavarium.&lt;br /&gt;- &lt;strong&gt;Queensryche&lt;/strong&gt;, dengan Operation: Mindcrime, dilanjutkan dengan Operation: Mindcrime II, dan American Soldier.&lt;br /&gt;-&lt;strong&gt; Avantasia&lt;/strong&gt;, dengan The Metal Opera, The Metal Opera Part II, The Scarecrow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan jangan lupa, hampir semua album studio dari&lt;strong&gt; King Diamond&lt;/strong&gt;! Tapi yang paling istimewa adalah &lt;strong&gt;Manowar&lt;/strong&gt;, seluruh albumnya satu konsep (nggak jauh-jauh dari steel, fire, hail, kill, wind, king, dan si Odin)... &lt;em&gt;just kidding!&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, kebanyakan concept album digarap dengan serius dan berkualitas. Bahkan untuk sebagian orang (seperti saya), baru mengetahui sebuah album merupakan concept album, sudah merupakan nilai plus sendiri walaupun belum mendengar satu lagupun dari album itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Korban&quot; review kali ini adalah&lt;strong&gt; Savatage&lt;/strong&gt;, dengan sebuah concept album berjudul &lt;strong&gt;Dead Winter Dead&lt;/strong&gt;. Bercorak rock/metal opera, album ini mengambil setting perang di Bosnia yang memang sedang seru-serunya pada waktu itu. Storyline album ini sangat kuat, dengan memahami maknanya, akan sangat mudah terhanyut dalam komposisi musik Savatage.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana suram yang terlihat pada cover album (sebuah patung gargoyle dengan latar belakang kota tertutup salju) mewakili warna dan cerita album ini, dua track awal (&lt;strong&gt;Overture&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Sarajevo&lt;/strong&gt;) mengalir perlahan memperdengarkan nuansa suram dan melukiskan kota Sarajevo beserta saksi bisu berusia ribuan tahun: patung gargoyle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosinya mulai terasa saat menginjak lagu ketiga: &quot;&lt;strong&gt;This Is The Time&lt;/strong&gt;&quot;. Walaupun aransemennya dikemas dengan sederhana, tetapi pemilihan melodi vokal dan gitar solo sangat tepat untuk membuat lagu ini menjadi salah satu favorit dalam album ini. Tidak percuma posisi gitaris diisi oleh &lt;strong&gt;Al Pitrelli&lt;/strong&gt; (bersama &lt;strong&gt;Chris Caffery&lt;/strong&gt;), salah satu demonstrasi permainan melodi gitar tingkat tinggi dan soulful terdengar pada satu menit terakhir lagu &quot;&lt;strong&gt;Starlight&lt;/strong&gt;&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun secara keseluruhan album ini bernuansa rock opera, warna-warna rock and roll dan heavymetal 80-an (seperti yang diusung Dio, Rainbow, Whitesnake) masih cukup lekat pada track-track seperti &quot;&lt;strong&gt;Doesn`t Matter Anyway&lt;/strong&gt;&quot;, &quot;&lt;strong&gt;I Am&lt;/strong&gt;&quot;, atau title track &quot;&lt;strong&gt;Dead Winter Dead&lt;/strong&gt;&quot;, tidak lupa mereka menambahkan komposisi opera sebagai latar. &amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhati-hatilah, karena beberapa track ballad dapat terus terngiang sampai akhir hayat, seperti &quot;&lt;strong&gt;This Isn`t What We Meant&lt;/strong&gt;&quot;, atau &quot;&lt;strong&gt;Not What You See&lt;/strong&gt;&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan album ini juga terletak pada track instrumental, &quot;&lt;strong&gt;Mozart And Madness&lt;/strong&gt;&quot; dan &quot;&lt;strong&gt;Memory&lt;/strong&gt;&quot; memperlihatkan bagaimana jadinya lagu klasik Mozart dan Beethoven ditangan Savatage. Efek echo di &quot;Memory&quot; walaupun sederhana, tetapi sangat menarik dan rasanya tidak cukup mendengarkannya begitu singkat. Bahkan, puncak cerita berada pada track instrumental &quot;&lt;strong&gt;Christmas Eve (Sarajevo 12/24)&lt;/strong&gt;&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang penasaran dengan story line &quot;Dead Winter Dead&quot;, bisa disimak di &lt;em&gt;http://darklyrics.com/lyrics/savatage/deadwinterdead.html,&lt;/em&gt; karena jika kita mendengarkan album ini tanpa mengetahui maknanya, maka kita hanya merasakan 50% keistimewaan album ini! Secara singkat, sinopsisnya menceritakan dua pihak yang saling berperang, dimana peluru dan granat lalu lalang melewati seorang tua pemain cello yang setiap malam tetap memainkan musiknya. Sampai satu saat musiknya terhenti, membuat dua insan (Serdjan dan Katrina, yang berada pada kubu yang berbeda) bertemu, menemukan sang pemain cello meninggal karena perang yang mereka sebabkan, perang yang sebenarnya tidak pernah ada yang ingin memulainya. Savatage membungkus cerita ini dalam sebuah concept album yang patut mendapatkan tempat tersendiri di hati penggemar rock/metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;text-decoration: underline;&quot;&gt;Personnel:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zachary Stevens - lead vocals&lt;br /&gt;Jon Oliva &amp;ndash; keyboards, lead vocals (&quot;I Am&quot; and &quot;Doesn`t Matter Anyway&quot;)&lt;br /&gt;Chris Caffery &amp;ndash; guitars, backing vocals&lt;br /&gt;Al Pitrelli - guitars, backing vocals&lt;br /&gt;Johnny Lee Middleton &amp;ndash; bass guitar, backing vocals&lt;br /&gt;Jeff Plate &amp;ndash; drums&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> album:Iron Maiden - Seventh Son Of A Seventh Son (1988) Album metal wajib 7 turunan</title>
		<link>http://reviewmusik.com/album_detail.php?id=42</link>
		<author>reviewmusik</author>
		<pubDate>02 April 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;ahun 1988 merupakan tahun bertaburan &lt;a href=&quot;10-artikel-Best-Release-of-RockMetal-in-1988-Part-1.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;album-album metal bersejarah&lt;/a&gt;, misalnya Keeper Of The Seven Keys Part 2 (Helloween), Kings Of Metal (Manowar), ...And Justice For All (Metallica), State Of Euphoria (Anthrax), Transcendence (Crimson Glory), Operation: Mindcrime (Queensryche) dan lain-lain. Dan tentunya, sebuah masterpiece: Seventh Son Of A Seventh Son dari Iron Maiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album Iron Maiden era 80-an semuanya spektakuler, tetapi Seventh Son Of A Seventh Son (kita singkat SSOASS biar lebih simpel, atau malah lebih ruwet?) memiliki keunikan tersendiri, dimana suara keyboard diperkenankan masuk (album sebelumnya, Somewhere In Time, sudah mulai memasukkan guitar synth). Dengan adanya keyboard, tidak berarti album ini lunak, memang tidak sebrutal The Number Of The Beast, tetapi jelas dapat membuat kuping orgasme! (hmm gimana tuh ya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya pribadi, sebelum mengeluarkan kocek untuk membeli kaset SSOASS di jaman sekolah dulu (kemudian entah berapa kali beli kaset yang sama saking doyannya dengan SSOASS), telah mengenal Iron Maiden dengan lagu-lagu dahsyat seperti The Trooper, Run To The Hills, atau Aces High. Begitu mendengarkan SSOASS, memang tidak ada lagu seganas seperti lagu-lagu yang telah disebutkan, tetapi tidak membuat saya kecewa, karena gantinya adalah lagu-lagu luar biasa, yang entah pengaruh concept album atau sound, lagu-lagu pada SSOASS memiliki ciri khas. Track lagu SSOASS adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Moonchild&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seven deadly sins&lt;br /&gt;Seven ways to win&lt;br /&gt;Seven holy paths to hell&lt;br /&gt;And your trip begins...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&quot;Moonchild&quot; adalah salah satu lagu Iron Maiden yang paling liar dan mistis. Dalam tempo yang cepat, seluruh instrumen terdengar berlarian membentuk komposisi yang kompleks, terutama yang menarik perhatian saya adalah betotan bass Steve Harris yang sangat agresif dan cepat. Nada dan kata yang dilantunkan Bruce Dickinson terdengar wicked sekaligus melodis. Cukup unik di saat vokalis heavymetal saat itu seakan berlomba mencapai nada tertinggi (dan Bruce termasuk salah satu pioneernya!), Bruce justru menampilkan hal lain yang lebih sulit diikuti: power, variasi tone, dan daya jelajah yang luar biasa, plus tertawanya di akhir lagu yang lebih seram dibanding seluruh personil Metallica tertawa pada ending lagu &quot;Master Of Puppets&quot;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;favorite line: &lt;br /&gt;&lt;em&gt;with every second and passing breath, you`ll be so alone, your soul will bleed to death &lt;/em&gt;(waktu Luna Maya bilang &quot;may your soul burn in hell&quot;, nyaris saya berpikir ia terinspirasi oleh Iron Maiden).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Infinite Dreams.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intro yang tenang mengalun mengawali Infinite Dreams, bahkan Bruce Dickinson jarang bernyanyi sedemikian lembut di lagu-lagu Iron Maiden. Walau kemudian semakin meninggi dan semakin klimaks, interlude gitar yang melodis merupakan keahlian Dave Murray/Adrian Smith (seperti juga pada Hallowed Be Thy Name). Kalau Infinite Dreams dapat dikategorikan sebagai ballad (metal), maka buat saya inilah ballad terbaik Iron Maiden. Style dan struktur lagu yang agak mirip mereka coba pada lagu No Prayer For The Dying (dari album dengan judul yang sama) dan Afraid To Shoot Strangers (dari album Fear Of The Dark). Keduanya merupakan ballad metal yang sangat menarik, tetapi buat saya belum sebaik Infinite Dreams. Oh ya, metal ballad tidak berarti gebukan drum menjadi monoton, Nicko McBrain tidak pernah kehabisan ide memberikan variasi gebukan drums dalam tempo apapun, tanpa terkesan menjadi over.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;favorite line:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;where would you end, in heaven or in helllllll?&lt;/em&gt; (kata hell harus disuarakan dengan panjang, bervibra, dan operatic)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Can I Play With Madness.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Single pertama dari album SSOASS, sebenarnya tidak menunjukkan style album secara keseluruhan, karena lagu ini menawarkan nada yang ringan bahkan cenderung nge-pop, lagu ini mungkin lebih cocok menjadi lagu di album solo Bruce Dickinson, tetapi selama pemain bassnya Steve Harris, drummernya Nicko McBrain, dan gitarisnya Murray/Smith (riff gitarnya di lagu ini sungguh unik), maka lagu apapun akan menjadi style Iron Maiden.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;favorite line:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;give me the strength to hold my head up, spit back in their face! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;4. The Evil That Men Do&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lagu Iron Maiden yang suangaatt populer, memamerkan range vokal Bruce Dickinson (lagi). Riff catchy khas Maiden mungkin salah satu alasan mengapa lagu ini merupakan lagu favorit pada setlist live mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;favorite line:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I would bleed for her, if I could only see her now... &lt;/em&gt;(ini bukan lirik lagu cinta, tapi potongan lirik dari sebuah lagu dengan kata &quot;evil&quot; diucapkan sebanyak 18 kali).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;5. Seventh Son Of A Seventh Son&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah album-album Iron Maiden, title track merupakan lagu yang istimewa. Begitu juga dengan SSOASS, highlightnya kembali pada Bruce Dickinson, susah membayangkan lagu ini dinyanyikan oleh vokalis lain, karena seluruhnya adalah trade mark Bruce: vokal operatic, nada melodis dengan vibra khas, dan tentu range vokal dan powernya. Lagu ini sering dibandingkan dengan Rime Of The Ancient Mariner (dari album Powerslave), selain sama-sama berdurasi panjang, di dua lagu ini terdapat interlude yang didominasi permainan bass yang cukup panjang dan agak monoton, tetapi penantiannya worth it karena disusul dengan solo dahsyat dan kalau di SSOASS ini, mungkin bisa dikatakan progressive metal 80-an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;favorite line:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;oooooooooooooooooooooooooooooooo....&lt;/em&gt;(yang sangat panjang).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;6. The Prophecy.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan lagu lainnya, mungkin ini adalah lagu yang paling tidak populer di album ini. Memang lagu yang agak tanggung, tetapi buat saya outro lagu ini sangat indah, sekitar 1 menit permainan akustik yang sendu dan sangat memorable. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;favorite line:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;they feel I brought on a curse&lt;br /&gt;don`t they know I`m the one who is cursed&lt;/em&gt; (ini dua line yang tidak dinyanyikan berurutan, tapi maknanya nyambung)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;7. The Clairvoyant.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intronya mengingatkan saya dengan musik Superman jaman Christopher Reeve (mirip nggak ya?), kabarnya, ini lagu pertama yang diciptakan dalam album ini. Lagu yang melodik dan cocok buat sing along waktu konser. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;favorite line:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;...and reborn again....!! &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;8. Only The Good Die Young.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat lagu ini, ingat solo bass Steve Harris yang unik pada tengah lagu (sebenarnya dari awal lagu sampai akhir, permainan bassnya memang unik!). Only The Good Die Young menutup album yang 3M ini (matang, mantap, maknyus), berbahagialah warga metal yang sempat mendengarkan album ini :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;favorite line:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;so until the next time, have a good sin! &lt;/em&gt;(salam perpisahan yang keren!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Seven deadly sins&lt;br /&gt;Seven ways to win&lt;br /&gt;Seven holy paths to hell&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seven downward slopes&lt;br /&gt;Seven blodied hopes&lt;br /&gt;Seven are your burning fires&lt;br /&gt;Seven your desires...&lt;br /&gt;And your trip begins...&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Personnel:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Bruce Dickinson - vocals&lt;br /&gt;Dave Murray - guitar&lt;br /&gt;Adrian Smith - guitar, backing vocals&lt;br /&gt;Steve Harris - bass, backing vocals&lt;br /&gt;Nicko McBrain - drums, percussion&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;with:&lt;br /&gt;Michael Kenney - keyboards&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> album:Adagio - Underworld (2003) </title>
		<link>http://reviewmusik.com/album_detail.php?id=41</link>
		<author>gawibowo</author>
		<pubDate>27 March 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;&quot;Adagio&quot; adalah sebuah istilah dalam musik yang berarti tempo yang perlahan-lahan (slow). Sepertinya tidak nyambung dengan arti sebenarnya, Adagio yang dibahas dalam tulisan ini adalah sebuah band asal Perancis yang dipimpin oleh gitaris Stephan Fort&amp;eacute;. Band ini bermain di jalur neo-classical/symphonic/progressive metal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan kebanyakan band-band progressive metal seperti Dream Theater, Adagio memasukkan unsur-unsur symphonic serta pengaruh musik klasik yang sangat kuat. Mungkin tidak banyak band yang bereksperimen dengan berbagai subgenre seperti ini. Band yang paling dekat (yang saya tahu) adalah Symphony X dan Time Requiem. Hanya saja unsur symphonic di Adagio sangat terasa, orchestra dan paduan suara nya sangat dominan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini sudah ada 5 album yang dirilis oleh mereka (4 album studio dan 1 album live). Album Underworld adalah album kedua mereka (dirilis tahun 2003), yang menurut saya adalah album paling kompleks dalam sejarah Adagio. 9 lagu dengan durasi panjang (sebagian besar lagu berdurasi di atas 7 menit) siap memuaskan para pecinta progressive metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vokalis dalam album ini masih sama seperti album pertama (Sanctus Ignis) yaitu David Readman dari band Pink Cream 69, yang kalau dihubung-hubungkan akhirnya sampai juga ke Helloween (band favorit para pembaca reviewmusik.com).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porsi pemain keyboard di album ini sangat banyak. Ada cukup banyak dentingan piano yang sangat kompleks dari Kevin Codfert yang sangat luar binasa. Belum pernah saya mendengarkan permainan piano sekompleks ini di dalam album metal. Solo keyboard juga ditunjukkan dengan speed dan presisi tinggi seperti pada lagu &quot;&lt;strong&gt;Chosen&lt;/strong&gt;&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pengaruh besar dari album Underworld ini adalah komponis musik film terkenal John Williams. Stephan Fort&amp;eacute; memutuskan untuk mempelajari teknik komposisi sang maestro, dan memasukkan unsur-unsur tersebut ke dalam album ini. Ada beberapa lagu yang disisipi prelude maupun interlude orchestra yang sangat megah. Bagian intro dari lagu &quot;&lt;strong&gt;Underworld&lt;/strong&gt;&quot; sepanjang 4 menit konon membutuhkan waktu 6 bulan sendiri untuk membuatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pada lagu &quot;&lt;strong&gt;Intro&amp;iuml;tus / Solvet Saeclum In Favilla&lt;/strong&gt;&quot; kita bisa menyimak paduan suara dari &quot;Ensemble vocal de Lyon&quot;, yang menambah suasana suram album ini. Benar-benar serasa berada di dunia bawah yang gelap (Underworld).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada lagu &quot;&lt;strong&gt;From My Sleep... To Someone Else&lt;/strong&gt;&quot; dan &quot;&lt;strong&gt;The Mirror Stage&lt;/strong&gt;&quot; ada beberapa bagian yang menggunakan unsur-unsur extreme metal yaitu suara vokal kasar ala black metal dan juga penggunaan blast beats, walaupun hanya muncul sesaat tapi cukup mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu &quot;&lt;strong&gt;Promises&lt;/strong&gt;&quot; adalah sebuah ballad yang cukup menarik untuk disimak. Sementara &quot;&lt;strong&gt;Niflheim&lt;/strong&gt;&quot; adalah lagu instrumental sepanjang 8 menit yang menunjukkan kemampuan para musisi Adagio yang tidak perlu diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya Underworld adalah album terbaik dari Adagio. Sangat recommended untuk pecinta musik progressive metal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tracklist:&lt;br /&gt;1. Next Profoundis (7:39)&lt;br /&gt;2. Introitus / Solvet Saeclum In Favilla (8:14)&lt;br /&gt;3. Chosen (7:52)&lt;br /&gt;4. From My Sleep... To Someone Else (6:37)&lt;br /&gt;5. Underworld (13:25)&lt;br /&gt;6. Promises (5:03)&lt;br /&gt;7. The Mirror Stage (6:31)&lt;br /&gt;8. Niflheim (8:09)&lt;br /&gt;9. Missa Aeterna (6:37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musisi:&lt;br /&gt;Stephan Fort&amp;eacute; &amp;ndash; Guitars&lt;br /&gt;David Readman &amp;ndash; Vocals&lt;br /&gt;Kevin Codfert &amp;ndash; Keyboards&lt;br /&gt;Franck Hermanny &amp;ndash; Bass&lt;br /&gt;Dirk Bruinenberg &amp;ndash; Drums&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> album:God Of War III - Blood & Metal (2010) Pertarungan Dewa-dewa Metal</title>
		<link>http://reviewmusik.com/album_detail.php?id=40</link>
		<author>reviewmusik</author>
		<pubDate>23 March 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;God Of War III: Blood &amp;amp; Metal merupakan EP (Extended Play) atau mini album dari sebuah video game &lt;a href=&quot;http://en.wikipedia.org/wiki/God_of_war_iii&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;God Of War III&lt;/a&gt;, yang dibuat khusus untuk platform PS3. Sulit bagi penggemar metal untuk tidak melirik EP ini, berhubung band pengisinya adalah nama-nama seperti &lt;a href=&quot;33-album-Dream-Theater-Black-Clouds--Silver-Linings.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Dream Theater&lt;/a&gt;, Opeth, &lt;a href=&quot;29-album-Trivium-Shogun.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Trivium&lt;/a&gt; (dan band lainnya yang kebetulan saya belum pernah dengar). Tapi cukup ada 3 nama itu sudah membuat kuping penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Killswitch Engage - My Obsession&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intro yang menjanjikan, penuh energi dan cadas, man! Riff melodiknya mengingatkan saya dengan &quot;&lt;a href=&quot;5-album-Maiden-Heaven-A-Tribute-To-Iron-Maiden.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Flash of the Blade&lt;/a&gt;&quot;-nya &lt;a href=&quot;22-album-Iron-Maiden---Dance-Of-Death-Bukan-Tarian-Kematian-Untuk-Iron-Maiden.htm&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Iron Maiden&lt;/a&gt;, walaupun seksi vokal nggak ikutan mirip Bruce Dickinson, karena suara yang terdengar adalah vokal kasar ala thrash metal. No problem! Masih cocok dengan musiknya. Sayang, musiknya melemah ditengah lagu, tempo melambat dan menjadi antiklimaks untuk sebuah lagu yang awalnya bikin head-banging.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Score: 3/5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Trivium - Shattering The Skies Above&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trivium tampil dengan lagu yang menawarkan salah satu ciri khasnya: gempuran double bass pedal super cepat, blast beat dah pokoknya. Tetapi sang drummer bukanlah Travis Smith yang memang terkenal dengan speednya, posisinya telah digantikan oleh Nick Augusto, dan hasilnya tidak mengecewakan. Buat saya, Shattering The Skies Above merupakan lagu terbaik di EP ini, gimana nggak, teknik permainan, aransemen, struktur dan komposisi lagu, semuanya kelas berat, tapi nuansa nikmatnya masih tetap lebih kentara daripada nuansa rumitnya. Karena Matt Heafy dkk memang tau benar bagaimana meramu musik metal, kapan harus memperdengarkan teknik gitar palm-mute yang cepat, kapan double bass drumming ditonjolkan, kapan perlu growling sampai seolah isi perut keluar, semuanya ditampilkan dengan timing dan porsi yang sangat pas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Score: 5/5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;3. Dream Theater - Raw Dog&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebalikan dari Trivium, Dream Theater menawarkan lagu yang lebih bernuansa rumit dibandingkan nikmatnya. Lagu ini instrumental (sayang juga, kalau nggak James LaBrie pasti jadi vokalis bersuara paling bening di EP ini), durasinya 7 menit lebih, tetapi terlalu banyak pengulangan yang mendominasi di sekitar 3 menit pertama dan sekitar 2 menit terakhir. Soal skill tidak perlu dipertanyakan, dan masih ada beberapa moment asyik, tapi secara keseluruhan seperti jam session dan saya percaya lagu ini tidak dibuat dengan serius oleh Dream Theater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Score: 2/5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;4. Taking Dawn - This Is Madness&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan lagu-lagu sebelumnya, &quot;kandungan metal&quot; This Is Madness lebih ringan. Duet permainan gitar yang lincah dan melodik mendominasi keseluruhan lagu, biarpun vokalnya standar saja. Tapi dengan ciri bermusik seperti ini, Taking Dawn berpotensi menghasilkan lagu-lagu yang menarik.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Score: 3/5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Opeth - The Throat Of Winter&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Opeth jelas berpotensi menghasilkan lagu-lagu yang rumit. Seperti The Throat Of Winter ini, walaupun tidak bercorak metal dan banyak didominasi akustik. Saya pribadi nggak bisa menikmati lagu ini, yang mungkin memang perlu mood khusus. Tapi harus diakui, tidak mudah membuat lagu sejenis ini, bukan hanya dari skill permainan akustik dan aransemen keseluruhan, tetapi juga pemilihan nada yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Score: 2/5&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;6. Mutiny Within - The End&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan lagu lainnya, yang menonjol dari lagu ini adalah bagian vokalnya, yang dibuat berlapis dan bersahutan antara vokal yang growl dan clean, sebenarnya mirip Trivium, hanya saja Trivium membagi porsinya dengan sangat seimbang sehingga vokal bukanlah satu-satunya yang menarik perhatian. Setidaknya, lagu ini cukup memorable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Score: 3/5&lt;/p&gt;</description>
	</item>

	<item>
		<title> album:Orianthi - Believe (2009) </title>
		<link>http://reviewmusik.com/album_detail.php?id=39</link>
		<author>reviewmusik</author>
		<pubDate>09 March 2010</pubDate>
		<description>&lt;p&gt;Gitaris cewek dengan skill ngegitar tinggi bukanlah hal yang langka. Menjadi langka kalau gitaris itu sudah dipercaya mengiringi &lt;strong&gt;Steve Vai&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Carlos Santana&lt;/strong&gt;, dan &lt;strong&gt;Michael Jackson&lt;/strong&gt;. Hal inilah yang dimiliki oleh &lt;strong&gt;Orianthi&lt;/strong&gt;, cewek kelahiran Australia, 22 Januari 1985. Album &quot;&lt;em&gt;Believe&lt;/em&gt;&quot;, memiliki potensi pendengar dari berbagai kalangan: penggemar pop, rock, atau bisa saja menarik perhatian fans Steve Vai (berhubung ada 1 lagu dimana Vai ikut bermain). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;&lt;strong&gt;According To You&lt;/strong&gt;&quot; membuka album ini dengan meyakinkan, riff catchy dengan beat yang menghentak segera membuat lagu ini akrab di telinga. Melody gitar dengan nuansa rock yang kental menyisip di beberapa bagian dengan pas, solo gitar Orianthi yang begitu furious untuk genre pop rock jelas menarik perhatian tersendiri. Vokal Orianthi sendiri tidaklah jelek, walaupun saya membayangkan akan lebih baik jika karakter vokalnya dapat segalak permainan gitarnya, apalagi liriknya sudah mendukung buat mengeluarkan emosi: &quot;&lt;em&gt;According to you, I`m stupid, I`m useless, I can`t do anything right&lt;/em&gt;&quot;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, &quot;&lt;strong&gt;Suffocated&lt;/strong&gt;&quot; menunjukkan range vokal Orianthi yang mampu bernyanyi rendah maupun mendaki nada tinggi. bernuansa rock alternatif dengan aransemen yang cukup kompleks tetapi tetap rapi. Lagu ini memang sedikit berbeda dengan gaya keseluruhan album, mungkin karena merupakan cover version dari Sound the Alarm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagu selanjutnya memiliki beberapa ciri khas, yaitu easy listening, diselingi melodi-melodi gitar yang nge-rock, tetapi sayang jatah solo gitarnya rata-rata singkat. Istimewanya, Orianthi menawarkan berbagai nuansa di album ini, dari rock `n roll, blues, ballad, sampai alternative rock. Walaupun secara keseluruhan saya pribadi mengkategorikannya sebagai pop rock, sedikit banyak karena vokal Orianthi yang memang menjurus nge-pop dan struktur lagu yang dibuat sederhana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat penggemar Vai, jangan lupa menyimak track instrumental &quot;&lt;strong&gt;Highly Strung&lt;/strong&gt;&quot;, dimana Orianthi berduet dengan sang maestro Steve Vai. Nuansa musiknya jelas berciri Steve Vai, yang jelas Orianthi mampu mengimbangi Vai (Walaupun lagu ini termasuk sederhana untuk kelas Steve Vai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, album ini tidak memforsir skill dan teknik gitar yang luar biasa, tetapi sebuah album dengan lagu-lagu simple yang tidak perlu didengar dengan kening berkerut (kecuali &quot;Highly Strung&quot; yang perlu sedikit perenungan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Highlight: According To You, Suffocated, Highly Strung, Drive Away. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;</description>
	</item>

</channel></rss>