Instrumen bass, terutama pada genre rock/metal, biasanya menjadi instrumen yang paling anak bawang, kalau berani maju sejajar dengan gitar, maka resikonya kalah volume dan efek distorsi. Kalau mundur sejajar dengan drums (kembali ke habitatnya) dan ngumpet menjaga ritem, maka harus beradu dengan bass drums, tidak jarang mengundang pertanyaan: suara bass yang mana sih? Wah ini pertanyaan yang biasanya saya racuni dengan mengajarkan mereka mendengarkan musik rock, yaitu coba dengarkan hanya nada bass dari sebuah lagu rock (ambil contoh Livin` On A Prayer-nya Bon Jovi aja deh) dari awal sampai akhir. Lagu rock yang baik, setidaknya dapat dinikmati sebanyak minimal 5 cara (dengarkan hanya vokalnya, gitarnya, bass, drums, dan keseluruhan lagu secara utuh), belum kalau ada keyboard atau gitarisnya dua. Kenapa harus rock? Karena pada musik rock, seluruh instrumen biasanya bergerak dinamis dan memiliki nyawa sendiri. Itulah mengapa musik pop/ballad rata-rata lebih cepat bosan ngedengarnya. Ini teori saya aja sih... saya jangan dimarahi, huhuhu... (rocker cengeng).
Kembali ke masalah bassist, umumnya kalau bassist cabut dari sebuah band, kita berpikir relatif gantinya lebih mudah ditemukan, hal tersebut tidak berlaku bagi bassist-bassist dibawah ini, karena peran mereka yang penting dan menjadi motor bagi bandnya. Tidak semua dewa bassist akan dibahas karena keterbatasan halaman (ketahuan bohong banget), maksudnya daftar ini terbatas hanya yang sangat familiar di kuping saya, walaupun di luar daftar ini saya mendengar cukup banyak bassist yang sakti mandraguna.
So, here we go....
Billy Sheehan

Billy Setan, eh... Sheehan, adalah bassist dengan permainan yang sangat agresif. Beruntung dulu saat di Mr. Big (pertama saya tau Billy Sheehan), gitarisnya adalah Paul Gilbert yang juga agresif. Coba bayangkan kalau gitaris Mr. Big adalah Ebiet G. Ade. Maksudnya bukan bayangin permainannya, tapi bayangin di panggung Ebiet duduk manis sementara Billy berlarian sambil main tapping mengiringi lagu "Berita Kepada Kawan". Hahahaha... just kidding, kalau lagi pamer Billy memang terlihat mengerikan, tapi rem-nya Billy masih cukup pakem karena masih mampu mengiringi dengan "normal" lagu-lagu ballad seperti "To Be With You"-nya Mr. Big.
Steve Harris

eh maaf, salah... di atas ini sih foto anaknya. Ini foto bapaknya:

Naksir anak gue ya loe?...
Kalau ada yang bertanya bagaimana membedakan suara bass di sebuah lagu, ambil lagu "Running Free" dari Iron Maiden dan dengarkan pada sang penanya sambil berkata "suara bass adalah suara yang seperti pasukan berkuda". Bassist sekaligus leader Iron Maiden, Steve Harris, memang terkenal dengan permainan bassnya yang berderap-derap cepat dan gagah, dan tentunya menonjol. Karena garukannya yang bertenaga, kemungkinan kalau ada adu panco jari tengah (atau jari telunjuk deh, lebih sopan), kemungkinan besar Steve Harris akan menjadi jawara.
Joey DeMaio

Banyak kemiripan antara Steve Harris dan Joey DeMaio dari Manowar, sama-sama leader dan otak di dalam band, sama-sama punya sound yang menonjol, dan sama-sama orang yang tidak Anda inginkan berada dalam band Anda. Salah satu show off Joey yang paling heboh adalah saat memainkan "Flight of the Bumblebee" pada album Kings of Metal (dulunya saya kira ini suara gitar). Atau intro pada "Black, Wind, Fire and Steel" pada album Fighting the World (ya, ini juga dulunya saya kira suara gitar).
Markus Grosskopf

Secara teknis, ilmu Markus Grosskopf dari Helloween mungkin tidak setinggi bassist-bassist yang telah disebutkan, tapi atas nama keharmonisan dan keseimbangan musik, Markus merupakan contoh bassist ideal. Markus mampu mengimbangi musik Helloween dengan porsi yang sangat pas. Bass line yang diciptakan Markus juga sering enak di telinga.
John Myung

Sebagai seorang "gila" yang bergabung dengan band bernama Dream Theater, nama John Myung diakui sebagai bassist dengan teknik nge-bass yang mencapai bab akhir kitab sakti aliran Bu Tong Pay, ciri khasnya sampai saat ini adalah rambut panjang, tampang kalem, keturunan Korea (kemungkinan ini ciri khas yang tidak akan berubah), fret bass-nya lebar (sering juga pakai 5 dan 6 string, tapi kalau G-String saya rasa tidak dipakai), jari-jarinya lentik dan lincah, sering ber-akrobatik dengan anggota Dream Theater yang lain.
Cliff Burton

Karir Cliff Burton termasuk singkat, tapi namanya sampai sekarang tetap menjadi legendaris. Cliff ikut membesarkan nama Metallica hingga album Master of Puppets, sayangnya Cliff keburu meninggal karena kecelakaan. Permainan sangar Cliff dengan menggunakan efek distorsi dapat dinikmati dalam "Anesthesia (Pulling Teeth)" (sekali lagi, dulunya saya kira suara gitar).
Geddy Lee

hehehe.. cool kan gue..
Pentolan dari trio Rush, band legendaris asal Kanada. Geddy Lee bertugas sebagai vokalis sekaligus bassist, dan dua-duanya dijalankan dengan luar biasa. Selain itu Geddy Lee juga memainkan gitar dan keyboard. Permainan bassnya yang dominan dan progresif tanpa terkesan over sangat indah untuk dinikmati.
|
|