Menurut sejarah permetalan dunia, ada beberapa band metal yang cukup produktif membuat concept album (album yang seluruh lagunya memiliki satu tema/cerita), seperti:
- Dream Theater, dengan Metropolis Pt. 2: Scenes from a Memory, dan Octavarium. - Queensryche, dengan Operation: Mindcrime, dilanjutkan dengan Operation: Mindcrime II, dan American Soldier. - Avantasia, dengan The Metal Opera, The Metal Opera Part II, The Scarecrow.
dan jangan lupa, hampir semua album studio dari King Diamond! Tapi yang paling istimewa adalah Manowar, seluruh albumnya satu konsep (nggak jauh-jauh dari steel, fire, hail, kill, wind, king, dan si Odin)... just kidding!
Yang jelas, kebanyakan concept album digarap dengan serius dan berkualitas. Bahkan untuk sebagian orang (seperti saya), baru mengetahui sebuah album merupakan concept album, sudah merupakan nilai plus sendiri walaupun belum mendengar satu lagupun dari album itu.
"Korban" review kali ini adalah Savatage, dengan sebuah concept album berjudul Dead Winter Dead. Bercorak rock/metal opera, album ini mengambil setting perang di Bosnia yang memang sedang seru-serunya pada waktu itu. Storyline album ini sangat kuat, dengan memahami maknanya, akan sangat mudah terhanyut dalam komposisi musik Savatage.
Suasana suram yang terlihat pada cover album (sebuah patung gargoyle dengan latar belakang kota tertutup salju) mewakili warna dan cerita album ini, dua track awal (Overture dan Sarajevo) mengalir perlahan memperdengarkan nuansa suram dan melukiskan kota Sarajevo beserta saksi bisu berusia ribuan tahun: patung gargoyle.
Emosinya mulai terasa saat menginjak lagu ketiga: "This Is The Time". Walaupun aransemennya dikemas dengan sederhana, tetapi pemilihan melodi vokal dan gitar solo sangat tepat untuk membuat lagu ini menjadi salah satu favorit dalam album ini. Tidak percuma posisi gitaris diisi oleh Al Pitrelli (bersama Chris Caffery), salah satu demonstrasi permainan melodi gitar tingkat tinggi dan soulful terdengar pada satu menit terakhir lagu "Starlight".
Walaupun secara keseluruhan album ini bernuansa rock opera, warna-warna rock and roll dan heavymetal 80-an (seperti yang diusung Dio, Rainbow, Whitesnake) masih cukup lekat pada track-track seperti "Doesn`t Matter Anyway", "I Am", atau title track "Dead Winter Dead", tidak lupa mereka menambahkan komposisi opera sebagai latar.
Berhati-hatilah, karena beberapa track ballad dapat terus terngiang sampai akhir hayat, seperti "This Isn`t What We Meant", atau "Not What You See".
Kekuatan album ini juga terletak pada track instrumental, "Mozart And Madness" dan "Memory" memperlihatkan bagaimana jadinya lagu klasik Mozart dan Beethoven ditangan Savatage. Efek echo di "Memory" walaupun sederhana, tetapi sangat menarik dan rasanya tidak cukup mendengarkannya begitu singkat. Bahkan, puncak cerita berada pada track instrumental "Christmas Eve (Sarajevo 12/24)".
Bagi yang penasaran dengan story line "Dead Winter Dead", bisa disimak di http://darklyrics.com/lyrics/savatage/deadwinterdead.html, karena jika kita mendengarkan album ini tanpa mengetahui maknanya, maka kita hanya merasakan 50% keistimewaan album ini! Secara singkat, sinopsisnya menceritakan dua pihak yang saling berperang, dimana peluru dan granat lalu lalang melewati seorang tua pemain cello yang setiap malam tetap memainkan musiknya. Sampai satu saat musiknya terhenti, membuat dua insan (Serdjan dan Katrina, yang berada pada kubu yang berbeda) bertemu, menemukan sang pemain cello meninggal karena perang yang mereka sebabkan, perang yang sebenarnya tidak pernah ada yang ingin memulainya. Savatage membungkus cerita ini dalam sebuah concept album yang patut mendapatkan tempat tersendiri di hati penggemar rock/metal.
Personnel:
Zachary Stevens - lead vocals Jon Oliva – keyboards, lead vocals ("I Am" and "Doesn`t Matter Anyway") Chris Caffery – guitars, backing vocals Al Pitrelli - guitars, backing vocals Johnny Lee Middleton – bass guitar, backing vocals Jeff Plate – drums
|
|