Album metal wajib 7 turunan
ahun 1988 merupakan tahun bertaburan album-album metal bersejarah, misalnya Keeper Of The Seven Keys Part 2 (Helloween), Kings Of Metal (Manowar), ...And Justice For All (Metallica), State Of Euphoria (Anthrax), Transcendence (Crimson Glory), Operation: Mindcrime (Queensryche) dan lain-lain. Dan tentunya, sebuah masterpiece: Seventh Son Of A Seventh Son dari Iron Maiden.
Album Iron Maiden era 80-an semuanya spektakuler, tetapi Seventh Son Of A Seventh Son (kita singkat SSOASS biar lebih simpel, atau malah lebih ruwet?) memiliki keunikan tersendiri, dimana suara keyboard diperkenankan masuk (album sebelumnya, Somewhere In Time, sudah mulai memasukkan guitar synth). Dengan adanya keyboard, tidak berarti album ini lunak, memang tidak sebrutal The Number Of The Beast, tetapi jelas dapat membuat kuping orgasme! (hmm gimana tuh ya).
Buat saya pribadi, sebelum mengeluarkan kocek untuk membeli kaset SSOASS di jaman sekolah dulu (kemudian entah berapa kali beli kaset yang sama saking doyannya dengan SSOASS), telah mengenal Iron Maiden dengan lagu-lagu dahsyat seperti The Trooper, Run To The Hills, atau Aces High. Begitu mendengarkan SSOASS, memang tidak ada lagu seganas seperti lagu-lagu yang telah disebutkan, tetapi tidak membuat saya kecewa, karena gantinya adalah lagu-lagu luar biasa, yang entah pengaruh concept album atau sound, lagu-lagu pada SSOASS memiliki ciri khas. Track lagu SSOASS adalah:
1. Moonchild
Seven deadly sins Seven ways to win Seven holy paths to hell And your trip begins...
"Moonchild" adalah salah satu lagu Iron Maiden yang paling liar dan mistis. Dalam tempo yang cepat, seluruh instrumen terdengar berlarian membentuk komposisi yang kompleks, terutama yang menarik perhatian saya adalah betotan bass Steve Harris yang sangat agresif dan cepat. Nada dan kata yang dilantunkan Bruce Dickinson terdengar wicked sekaligus melodis. Cukup unik di saat vokalis heavymetal saat itu seakan berlomba mencapai nada tertinggi (dan Bruce termasuk salah satu pioneernya!), Bruce justru menampilkan hal lain yang lebih sulit diikuti: power, variasi tone, dan daya jelajah yang luar biasa, plus tertawanya di akhir lagu yang lebih seram dibanding seluruh personil Metallica tertawa pada ending lagu "Master Of Puppets".
favorite line: with every second and passing breath, you`ll be so alone, your soul will bleed to death (waktu Luna Maya bilang "may your soul burn in hell", nyaris saya berpikir ia terinspirasi oleh Iron Maiden).
2. Infinite Dreams.
Intro yang tenang mengalun mengawali Infinite Dreams, bahkan Bruce Dickinson jarang bernyanyi sedemikian lembut di lagu-lagu Iron Maiden. Walau kemudian semakin meninggi dan semakin klimaks, interlude gitar yang melodis merupakan keahlian Dave Murray/Adrian Smith (seperti juga pada Hallowed Be Thy Name). Kalau Infinite Dreams dapat dikategorikan sebagai ballad (metal), maka buat saya inilah ballad terbaik Iron Maiden. Style dan struktur lagu yang agak mirip mereka coba pada lagu No Prayer For The Dying (dari album dengan judul yang sama) dan Afraid To Shoot Strangers (dari album Fear Of The Dark). Keduanya merupakan ballad metal yang sangat menarik, tetapi buat saya belum sebaik Infinite Dreams. Oh ya, metal ballad tidak berarti gebukan drum menjadi monoton, Nicko McBrain tidak pernah kehabisan ide memberikan variasi gebukan drums dalam tempo apapun, tanpa terkesan menjadi over.
favorite line: where would you end, in heaven or in helllllll? (kata hell harus disuarakan dengan panjang, bervibra, dan operatic)
3. Can I Play With Madness.
Single pertama dari album SSOASS, sebenarnya tidak menunjukkan style album secara keseluruhan, karena lagu ini menawarkan nada yang ringan bahkan cenderung nge-pop, lagu ini mungkin lebih cocok menjadi lagu di album solo Bruce Dickinson, tetapi selama pemain bassnya Steve Harris, drummernya Nicko McBrain, dan gitarisnya Murray/Smith (riff gitarnya di lagu ini sungguh unik), maka lagu apapun akan menjadi style Iron Maiden.
favorite line: give me the strength to hold my head up, spit back in their face!
4. The Evil That Men Do
Salah satu lagu Iron Maiden yang suangaatt populer, memamerkan range vokal Bruce Dickinson (lagi). Riff catchy khas Maiden mungkin salah satu alasan mengapa lagu ini merupakan lagu favorit pada setlist live mereka.
favorite line: I would bleed for her, if I could only see her now... (ini bukan lirik lagu cinta, tapi potongan lirik dari sebuah lagu dengan kata "evil" diucapkan sebanyak 18 kali).
5. Seventh Son Of A Seventh Son
Dalam sejarah album-album Iron Maiden, title track merupakan lagu yang istimewa. Begitu juga dengan SSOASS, highlightnya kembali pada Bruce Dickinson, susah membayangkan lagu ini dinyanyikan oleh vokalis lain, karena seluruhnya adalah trade mark Bruce: vokal operatic, nada melodis dengan vibra khas, dan tentu range vokal dan powernya. Lagu ini sering dibandingkan dengan Rime Of The Ancient Mariner (dari album Powerslave), selain sama-sama berdurasi panjang, di dua lagu ini terdapat interlude yang didominasi permainan bass yang cukup panjang dan agak monoton, tetapi penantiannya worth it karena disusul dengan solo dahsyat dan kalau di SSOASS ini, mungkin bisa dikatakan progressive metal 80-an.
favorite line: oooooooooooooooooooooooooooooooo....(yang sangat panjang).
6. The Prophecy.
Dibandingkan lagu lainnya, mungkin ini adalah lagu yang paling tidak populer di album ini. Memang lagu yang agak tanggung, tetapi buat saya outro lagu ini sangat indah, sekitar 1 menit permainan akustik yang sendu dan sangat memorable.
favorite line: they feel I brought on a curse don`t they know I`m the one who is cursed (ini dua line yang tidak dinyanyikan berurutan, tapi maknanya nyambung)
7. The Clairvoyant.
Intronya mengingatkan saya dengan musik Superman jaman Christopher Reeve (mirip nggak ya?), kabarnya, ini lagu pertama yang diciptakan dalam album ini. Lagu yang melodik dan cocok buat sing along waktu konser.
favorite line: ...and reborn again....!!
8. Only The Good Die Young.
Ingat lagu ini, ingat solo bass Steve Harris yang unik pada tengah lagu (sebenarnya dari awal lagu sampai akhir, permainan bassnya memang unik!). Only The Good Die Young menutup album yang 3M ini (matang, mantap, maknyus), berbahagialah warga metal yang sempat mendengarkan album ini :)
favorite line: so until the next time, have a good sin! (salam perpisahan yang keren!)
Seven deadly sins Seven ways to win Seven holy paths to hell
Seven downward slopes Seven blodied hopes Seven are your burning fires Seven your desires... And your trip begins...
Personnel:
Bruce Dickinson - vocals Dave Murray - guitar Adrian Smith - guitar, backing vocals Steve Harris - bass, backing vocals Nicko McBrain - drums, percussion
with: Michael Kenney - keyboards
|
|