Blow you up to heaven!
Entah apakah nama Heavenly cukup dikenal di dunia musik hingar bingar, tapi sepertinya band satu ini tidak se-ngetop band sebangsa-nya seperti Helloween, Gamma Ray, Angra, Edguy, Dragonforce, Stratovarius, atau Sonata Arctica. Setidaknya, kalau dilihat dari rank alexa (alexa.com) masing-masing official website, urutannya saat saya menulis ini adalah:
Sonata Arctica (sonataarctica.info) - 187,229 Helloween (helloween.org) - 240,789 Dragonforce (dragonforce.com) - 280,627 Stratovarius (stratovarius.com) - 398,256 Edguy (edguy.net) - 692,219 Gamma Ray (gammaray.org) - 759,087
dan...
Heavenly (heavenly.fr) - 1,587,113
Angka di samping kanan adalah peringkat website tersebut menurut alexa.com, semakin kecil semakin baik (google.com adalah peringkat 1, facebook.com adalah peringkat 2, dan seterusnya). Peringkat ini selalu di-update.
Artinya, menurut alexa.com, saat ini peringkat website Heavenly adalah yang paling jarang disamperin orang, dibanding band power metal yang disebutkan tadi. Padahal, dilihat dari kemampuan musisi dan kedahsyatan lagu-lagunya, Heavenly sanggup bersaing ketat atau bahkan dari beberapa hal, mampu melewati semuanya.
Salah satu yang membuat Heavenly kurang populer, mungkin adalah nama band + asal negaranya (Perancis, rasanya tidak banyak band power metal dari sana yang mendunia). Coba kalau nama bandnya Sotto Perancis (berhubung vokalisnya Benjamin Sotto), mungkin puluhan juta rakyat Indonesia langsung penasaran, apakah bisa menandingi rasa soto madura atau soto banjar.
Ok, cukup intronya (oh rupanya tadi baru intro), album terbaru Heavenly di penghujung 2009 ini berjudul "Carpe Diem", album kelima Heavenly dan menampilkan cover yang luar biasa norak, tapi no problem karena seksi habis. Ini adalah album happy happy Heavenly, riff bernuansa gelap berkurang, tidak seperti album "Dust to Dust" atau "Virus".
Track pembuka "Carpe Diem", tetap menampilkan riff yang ribet bin keriting plus struktur lagu yang kompleks, biarpun chorusnya tetap melodik, dan riang gembira, Heavenly-mania tidak akan asing dengan resep ini. Porsi solo gitar dieksekusi dengan brilian oleh duet Charley Corbiaux dan Olivier Lapauze. Duo ini cukup kompak, melodi solo gitar yang keren dan memorable banyak terdengar di keseluruhan album ini.
Track selanjutnya "Lost In Your Eyes", standard mid tempo power metal, sebenarnya tidak terlalu istimewa untuk ukuran Heavenly, tapi tetap asyik. Nah, yang menakjubkan adalah track ke-3: "Farewell" sebuah ballad yang megah. Nuansa Queen sangat kental, sebenarnya sih sudah dari dulu Heavenly ber-Queen ria dengan harmonisasi vokal dan chorus-chorus megah, tetapi kali ini semakin kental dengan dentingan piano dan belokan nadanya, bahkan style solo gitarnya juga kok mirip-mirip Brian May :o
Ditambah lagi, vokal Benjamin Sotto yang semakin piawai melentingkan not demi not, tinggi maupun rendah, berakrobatik tanpa kesulitan. Saya berani mensejajarkan "Farewell" dengan "The Silence" dari Gamma Ray. Hanya saja, lagu-lagu seperti ini bukan jenis lagu yang sekali dengar bakal suka, it`s growing, gitu bahasa bule-nya.
Kalau mau power metal yang straight-forward, wajib menyimak "Fullmoon" yang menghentak full semangat `45. Seharusnya ini bisa jadi lagu wajib Heavenly, karena jarang Heavenly membuat lagu yang simple tapi to the point merasuki jiwa yang menggelora dan haus kebebasan (ngomong apa sih). Kurang lebih, Heavenly seharusnya punya lagu wajib + ngetop seperti layaknya Helloween dengan "I Want Out" atau... "Windmill" (buktinya, banyak yang teriak-teriak "Windmill" waktu Helloween konser di Jakarta, walaupun dicuekin Andi Deris dkk).
"A Better Me", semi-ballad yang kembali memamerkan range dan teknik vokal aduhai Benjamin Sotto, bagaikan Freddie Mercury yang hidup lagi (tapi nyasar jadi musisi metal). Dengarkan bagaimana ia "bercanda" dengan nada-nada sulit. Sampai track ke-5 ini semua lagu layak dapat 5 jempol (minjem dari siapa aja tuh jempol).
"Ashen Paradise" merupakan lagu power metal khas Heavenly, menonjolkan solo gitar maut, di tengah lagu Heavenly menyisipkan bagian lagu yang mirip-mirip dengan "Painkiller"-nya Judas Priest, entah cuma kebetulan mirip atau kesengajaan, tapi lumayan.... bikin bingung :|
"The Face Of Truth" tumben-tumbennya menampilkan derap bass ala Iron Maiden, juga ada warna-warna Gamma Ray disini. Tetapi keseluruhan tetap khas Heavenly (apalagi kalau sudah dengar bunyi lonceng yang sering terdengar di lagu-lagu Heavenly, jangan-jangan ada satu musisi khusus yang tugasnya mainin lonceng?), ini juga salah satu lagu yang bersinar di album ini. Selanjutnya, "Ode To Joy" adalah 9th Symphony/Song of Joy-nya Beethoven versi Heavenly, yang diacak-acak jadi metal gaya Heavenly, yah... semoga tidak membuat Beethoven bangkit penasaran.
Lagu terakhir "Save Our Souls", walaupun bukan lagu yang jelek, tetapi merupakan antiklimaks album yang pantas disebut masterpiece ini. Sayangnya lagi, hanya 9 lagu yang ditawarkan Heavenly dengan durasi rata-rata lagu sekitar 5 menit, tetapi tidak mengubah penilaian saya, bahwa "Carpe Diem" adalah album terbaik Heavenly sampai saat ini, dan seharusnya juga semakin membuktikan bahwa Ben Sotto adalah salah satu vokalis terbaik blantika metal dunia (paling tidak menurut salah satu penulis di reviewmusik.com!).
Track Listing:
1. Carpe Diem 2. Lost In Your Eyes 3. Farewell 4. FullMoon 5. A Better Me 6. Ashen Paradise 7. The Face Of Truth 8. Ode To Joy 9. Save Our Souls
Musicians:
Benjamin Sotto - vocals Charley Corbiaux - guitar Matthieu Plana - bass Olivier Lapauze - guitar Thomas Das Neves - drums
(JN) http://reviewmusik.com/37-album-Heavenly-Carpe-Diem.htm
|
|