Vision Divine = Dream Theater + Stratovarius?
Salah satu kelompok berbakat dalam dunia (progressive) power metal adalah Vision Divine, album berjudul 9 Degrees West of the Moon (judul yang mungkin membuat fans Dream Theater penasaran) ini adalah album studio ke-6 Vision Divine, sejak mereka berdiri tahun 1998 (masih kalah lama dibanding Ny. Meneer).
Album ini juga menandai comeback-nya vokalis Fabio Lione (juga pernah nyanyi di Labyrinth, Rhapsody of Fire) menggeser vokalis sakti Michele Luppi, kalau saya pribadi sih agak kecewa, karena lebih nge-fans Luppi dibanding Fabio Lione. Tapi mari simak apa yang ditawarkan Vision Divine kali ini.
Lagu pertama Letter To My Child Never Born yang berdurasi nyaris 9 menit, sudah menyiratkan aroma progressive yang kental, walaupun unsur melodic power metal juga dominan. Kombinasi terbaik yang bisa saya pikirkan adalah, Vision Divine = Dream Theater + Stratovarius! Termasuk kalau boleh dibilang, vokal Fabio Lione juga seperti crossing dari James LaBrie dan Timo Kotipelto. Bagian solo cukup menarik, dimana gitar dan keyboard mengamuk memamerkan solo yang cepat bergantian, membuat kuping fans Yngwie Malmsteen berbahagia.
Lagu kedua, Violet Loneliness, mengalun dengan santai dan manis, tingkat kerumitan diturunkan, dan sepertinya lagu ini memang diperuntukkan untuk telinga yang ingin mendengar easy listening, walaupun demikian, lagu ini kurang kuat untuk menjadi favorit.
Lagu berikutnya, Fading Shadow, kembali menampilkan sisi progressive dan permainan tempo yang ciamik, lagu-lagu selanjutnya sedikit banyak memainkan resep yang sama. Walaupun secara kualitas bermusik tidak ada masalah, tetapi tidak banyak nada-nada yang berpotensi menempel kuat di ingatan.
Warna lain ditampilkan dalam The Killing Speed of Time, riff gitar yang rapat mengiringi vokal Fabio Lione yang berubah kasar, rupanya doi menguasai jurus Mike Patton (Faith No More) yang mampu bernyanyi dengan berbagai karakter.
Lagu asyik lainnya adalah: Touch of Evil! Terdengar familiar? Ya, lagu ini adalah cover version Judas Priest (album Painkiller), walaupun Vision Divine membawakannya tidak lebih baik dari versi originalnya, siapa yang bisa menyanyikan lagu-lagu Judas Priest lebih baik dibandingkan Rob Halford?
Keseluruhan, album ini menarik untuk disimak, seluruh lagunya cukup dapat dinikmati. Tetapi salah satu kelemahan Vision Divine buat saya, adalah permainan yang kurang all out, sepertinya banyak lagunya yang masih nanggung sementara kita tahu potensi musisi Vision Divine dapat lebih total lagi.
http://www.reviewmusik.com
|
|