Pewaris Tahta Kerajaan Power Metal
Jika rakyat penggemar European Power Metal menganggap Helloween atau Gamma Ray sebagai raja genre ini, maka pastilah mereka setuju jika Heavenly sebagai generasi muda dinobatkan sebagai pewaris tahta tersebut.
Setelah sekitar 3 tahun absen, Heavenly kembali hadir dengan album keempat berjudul "Virus". Inilah kesan dan pesan mbah Joko lagu demi lagu:
The Dark Memories: Dengan ramuan power metal ala Gamma Ray dengan balutan gitar progressive yang padat, sedikit sentuhan Iron Maiden dan Angra disana-sini, sedikit permainan keyboard yang mencuri-curi, ditambah chorus yang megah, maka jadilah lagu pembuka yang nggak akan mengecewakan telinga kamu.
Spill Blood On Fire: Kamu dapat membayangkan jika lagu "Number One" Helloween digabungkan dengan "Lust For Life" Heavenly dari album "Dust to Dust"? Kira-kira hasilnya akan seperti lagu Spill Blood On Fire ini.
Virus: judul lagu yang diambil sebagai judul album memang sudah seharusnya keren. Pengaruh Gamma Ray sangat terasa pada lagu ini, dan didukung dengan warna vokal Ben Sotto yang Kai Hansen banget. Lagu ini juga tipikal resep aransemen Heavenly: progressive pada awalnya, megah pada chorusnya, dibumbui dengan duel gitar dan lengkingan gagah Ben Sotto, dan sedikit aransemen piano dan keyboard ala Queen, bagaikan meneguk air jernih dengan kecepatan 200 km/jam.
The Power & Fury: sama canggihnya dengan lagu-lagu andalan Heavenly yang lain dari sisi aransemen, tetapi dari sisi yang lebih sederhana, yaitu enaknya dikuping, lagu ini kurang nyantol dibanding lagu-lagu sebelumnya, tapi tetap haram di skip bagi power metaller.
Wasted Time: Tony Kakko dari Sonata Arctica berbagi mic bersama Ben Sotto pada lagu yang sungguh mantap ini.
Bravery In The Field: Salah satu lagu terbaik di album ini. Sekali lagi Ben Sotto menirukan suara Kai Hansen dengan sukses luar biasa. Hanya dikuatirkan suatu hari Kai Hansen akan menuntut Ben Sotto karena merasa dijiplak hak cipta, eh .. hak pita suaranya.
Liberty: ck ck ck, sudah lagu ke-7 ini, masih saja belum menemukan lagu yang nggak asyik atau kata lainnya filler, sementara kepala sudah pengen lepas, capek ber-headbanging.
When The Rain Begins To Fall: Dari headbanging jadi geleng-geleng kepala, biarpun pada lagu-lagu sebelumnya Heavenly berani berimprovisasi dengan aransemen keyboardnya, tetapi siapa nyangka keberaniannya sampai senekat lagu ini, ataukah mereka ingin membuat genre baru bernama Disco Power Metal? Hilangkan suara gitar maka lagu ini dapat menyertai kamu di diskotik. Bagaimanapun juga, ini tetap lagu yang keren loh.
The Prince Of The World: Bukti bahwa teknik vokal Ben Sotto lebih baik dibanding dengan Kai Hansen, terutama mulai detik 0:50. Ben Sotto memang vokalis unik berteknik vokal aduhaiii yang mungkin bisa membuat Freddie Mercury horny.
The Joker: Lagu yang biasa-biasa aja untuk gerombolan sekelas Heavenly. Lagu ini sebenarnya lagu bonus untuk rilisan Japan, jadi harap maklum, pameran kesaktian Heavenly sudah selesai sejak lagu sebelum ini.
Spill Blood On Fire (Japanese Version): Percayalah yang menyanyikan lagu ini bukan Toshi atau Minoru Nihara, Ben Sotto pastilah lulus kursus bahasa Jepang dengan grade A!
|