Salah satu lagu yang tidak pernah saya lupakan di masa kecil adalah "Azrael" dari kelompok Crimson Glory. Salah satu lagu heavymetal terbaik untuk selera telinga saya. Awalnya saya hanya mendengar lagu tersebut dari radio, melodinya yang unik sangat menggugah semangat, apalagi ditambah dengan lengkingan vokal Midnight yang tajam dan sangat emosional (http://www.youtube.com/watch?v=JVFLFQ1b95A).
Sang vokalis itu kini telah tiada. Tepatnya pada tanggal 8 Juli 2009 karena kondisi gagal ginjal dan hati dalam usia 47 tahun. Tentu saja beritanya tidak seheboh berita duka Michael Jackson, tetapi bagi yang mengenal Crimson Glory, nama Midnight sangat sukar dilupakan, vokalnya memiliki keunikan tersendiri, dan sering dibandingkan dengan vokalis-vokalis legendaris seperti Rob Halford, Robert Plant, sampai Geoff Tate.
Midnight pertama kali dikenal bersama bandnya, Crimson Glory yang berasal dari Florida, Amerika Serikat. Pada tahun 1986 mereka merilis debut album "Crimson Glory", yang mengusung musik heavy metal yang unik, permainan melodi yang khas dari gitaris Jon Drenning, vokal Midnight yang powerful, musik yang kompleks, membuat mereka dapat disejajarkan dengan kehebatan Queensryche.
Tahun 1988 adalah masa emas mereka, kalau Queensryche menelurkan album "wajib" yaitu "Operation:Mindcrime", Crimson Glory juga merilis album yang menjadi legenda dunia heavy metal: "Transcendence". Inilah masa puncak seorang Midnight, yang mampu begitu ganas menyanyikan lagu bertempo cepat seperti "Red Sharks" dan "Eternal World", tetapi juga dapat berubah sentimentil dan begitu merdu saat menyanyikan ballad "Lonely" atau "Painted Skies".
Sayangnya, corak musik Crimson Glory berubah total menjadi eksperimental pada album "Strange and Beautiful" (1991), unsur metal nyaris hilang, vokal Midnight tidak terekspos total, walaupun pada album ini terdapat dua lagu ballad yang luar biasa indah, "Song for Angels" dan "Deep Inside Your Heart". Setelah album ini, Midnight hilang dari hingar bingar musik metal dan menyendiri selama nyaris satu dekade. Hmm.. kalau sudah gini jadi agak mirip dengan cerita Michael Kiske.
Reuni Midnight dengan Crimson Glory pada tahun 2005 - 2007, juga tidak menghasilkan album yang dapat mengulang kejayaan mereka, sampai Midnight menghembuskan nafas terakhirnya.
Selalu ada era yang hilang dan tidak pernah kembali, tetapi suara emas Midnight akan tetap hidup.
So hard all alone Fighting thu the pain Someday you`ll stand up Strong and unafraid And then you`ll see the sun Right behind the rain Spread your wings...
(Crimson Glory - Song for Angels)

|
|